Rabu, 20 November 2013

Skripsi Bumbu Kacang

Skripsi adalah salah satu tugas akhir mahasiswa maupun mahasiswi tingkat akhir untuk mengejar gelar sarjana/S1. Makhluk astral yang bernama skripsi ini seringkali membuat para mahasiswa maupun mahasiswi yang belum siap menghadapinya di buat berbagai macam rasa, Mulai dari rasa moka, rasa coklat, rasa strowbery, dan lain lain “pokoknya beli skripsi satu gratis 3,ayooo buruan nikmati skripsi dengan berbagai rasa, dijamin anda pasti ketagihan (dasar idiot)”.

Di dalam skripsi terdapat beberapa pemeran, salah satu tokoh yang paling berperan dalam dunia skripsi adalah DOSEN PEMBIMBING. Sosoknya yang tegas, berdedikasi tinggi, serta mempunyai visi misi yang jelas dalam mendidik anak didiknya untuk mencapai kelulusan membuat dosen pembimbing di elu-elukan oleh para mahasiswa tingkat akhir “(sambil lari slow motion, tangan kiri megang es teh manis seharga 2000, tangan kanan lembar prin skripsi ,)..ooh dosen pembimbiiing, doseeen pembimbing,, dosen pembimbing, bimbinglah aku dalam cinta dan kasih sayangmuuu.”. Bak seorang kharismatik dosen pembimbing pun mnyambutnya dengan “hellllloooo,,,biasssa aja kelllleeees, gak usah cemungud getooo kaleeeee (ya ampun tidak terbayang kalo kata kata itu dikeluarkan oleh sang dekan, apa yang terjadi sama burung-burung disana, apa yang terjadi pada bunga yang sedang bermekaran, apa yang terjadi pada tukang batagor sd, tukang cimol sd, tukang jimbot aki di sd ‘dasar idiot apa hubunagnnya’) ”. Jadwal yang padat serta, jam terbang yang sudah cukup tinggi terkadang membuat para anak didik kesemsem ingin meenemuinya, hal tersebut membuat para dosen pembimbing mendapatkan penghargaan global skripsi aword “cieeeeee”.

Nomong-ngomong soal skripsi gua jadi inget sama kisahnya si Tunjang. Tunjang ini salah satu mahasiswa tingkat akhir yang memiliki dedikasi tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana. Namun karna sifatnya yang sedikit malas dan ada salah satu tujuan yang ingin dicapainya membuat Tunjang telat dalam kelulusan dibandingakan teman-temannya.

“Jang gimana skripsi lu,(tanya temannya sambil makan somay depan kampus yang udah diplastikin)”.

“ya gitu-gitu aja (jawab tunjang sambil ngemilin keramik)”.

“ayooo dong cepet, gua anak anak udh pada lulus, jangan di tunda-tunda (kemudian agresif mengunyah somai, seperti ibu ibu yang lagi rujakan tai babal ama garem)”.

“yaaah abis gimana masih males gua (sambil garuk kepala yang kemudian mengeeluarkan berbagai makhluk reptil dari kepalanya)”.

“ayu dah gua bantuin, mumpung masih ada anak-anak (sambil ngelap keringet  di jidatnya yang mengandung antibiotik untuk penyembuhan penyakit bisul, )” .

“iya gampang itu mah (Tunjang mulai pusing)”.

“pokoknya kalo susah ngomong aja ntr gua bantuin deeeh (kepedesan, mulai melirik leher tunjang untuk dihisap darahnya)”.

“iya dah makasih, ntr gua kabarin (Mulai bete)”.

“yudh, gua tunggu (dengan agresif somai beserta plastiknya pun dihabisinya tidak tersisa, dan meninggalkan bumbu kacang di seluruh bagian muka)”.

“ya (cieeee ngambek)”.

Tak lama Tunjang dan temannya pun meninggalkan tempat kejadian perkara. Tempat dimana telah terjadi pembantaian secara tragis yang dilakukan kerabat tunjang terhadap sebungkus somai beserta plastiknya yang tidak memiliki salah apa-apa.

Beberapa setelah mendapatkan nasehat dari temannya tunjang pun berfikir bahwa apa yang dikatakan temannya memang benar, sayang rasanya jika makhluk amphibi sejenis skripsi dilewatkan hanya dengan bermalas malasan. Sejak itulah tunjangpun rajin dalam mengerjakan skripsi. Namun, selain pelajaran yang didapat dari nasehat tadi, tunjang pun merasakan sedih, kesal, serta galau “mengapa aku memiliki teman yang begitu kejam, teman yang tidak memiliki pri kesomayan dalam memakan somai,,,benar,,benar biadab,,somay beserta plastiknya yang begitu imuuuut,,,lucuuuuu,,di habisinya denngan tragis”. Sejak kejadian itulah Tunjang menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dalam memakan somai........


Minggu, 17 November 2013

GADO-GADO UJIAN AKHIR SEMESTER

Ujian akhir semester dan ujian tengah semester nampaknya adalah momok yang menakutkan bagi mahasiswa maupun mahasiswi yang tidak belajar . Seperti hari-hari biasanya si jantuk  salah satu mahasiswa berbadan atletis ala rikishi smack down dengan gaya yang petakilan , dengan tampang “ya ampuuuun ,pas pasan dah pokonya”  mengawali awal harinya dengan  berkomunikasi bersama sahabatnya yaitu cermin yang bersandar dengan tembok. Seperti biasanya, sahabatnya sang cermin dengan penilaian yang jujur, masih memberikan penilaian yang membuat depresi tingkat dewa kepada si jantuk “ya elaaah,,miiiin min, masih aja lu, kasih gua penampakan yang keren ala bret pit keeee sekali-kali”, kala itu jantuk kesal, jantuk sedih, jantuk miris, dan  mencoba mengurangi rasa sedihnya itu dengan memakan permen ki*s yang ada tulisannya, dan jantuk menemukan tulisan “gagal ganteng ”, petir, kilat, meteor seraya menyambut kesedihan jantuk kala itu  layaknya besanan yang ketika hadir disambut oleh petasan renteng yang berbunyi  huft, huft, huft “ kaya bunyi alay lagi galau”, dan jantuk pun menghadap lagi ke cermin, marah dan berkata “WAHAI CERMIIIIN....!! mengapa kau selalu memunculkan sosok grandong, ketika saya berkaca,,,,mengapa wahai cermiiin,, mengapa  (baca : Grandong)”. Setelah terhanyut dengan kemirisannya hampir lupa bahwa hari ini adalah ujian akhir semester, jantuk pun lekas beranjak kekampus. kala itu, jadwal ujian adalah mata kuliah statistik, mata kuliah yang menitik beratkan pada soal hitung-hitungan yang juga salah satu mata kuliah yang paing disegani ketika ujian. Sadar dengan ketelatannya jantuk pun cemas. Karena, entah kenapa di setiap ujian yang mata kuliahnya paling disegani saf/barisan dibelakang dari meja pengawas selalu penuh diisi oleh mahasiswa maupun mahasiswi berparas ngarep “ngarep dapet sela lirik kanan kiri”. Hal tersebut membuat jantuk pasrah dengan atmosfer ujian yang mencekamkan dan membuatnya duduk di depan tepat berhadapan dengan seorang pengawas yang seakan akan mengaum, mencakar, menggigit, mengkepang, mengkutek, me mani pedi, para peserta ujian yang tidak menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dalam ujian. para peserta ujian ngarep pun cemas dengan pengawas yang tidak memiliki nilai-nilai toleransi dalam percontekkan “ah, apa-apaan ini dua kekuatan yang berbeda seraya bertarung hebat dan menyelimuti atmosfer kelas kala itu”. Lembar ujian pun dibagikan, 5 menit pertama para mahasiswa terlihat lancar mengisi lembar jawaban yang telah dibagikan karena, pertanyaan yang diisi adalah pertanyaan yang paling disenangi oleh para peserta ujian yaitu, pertanyaan mengenai identitas diri seperti, nama, nim, fakultas, hari/tanggal ujian dan ruang  “yaiyalah pada bisa dan anteng ngisi,orang Cuma identitas!!”  belum pada soal sesungguhnya ruang kelas pun sudah di gaduhkan oleh pertanyaan “eh ini ruang berapa sih, ini gedung apa dah (pengawas melirik-lirik seakan ingin menjawab, tapi malu-malu),wahai peserta ini adalah ruang zumanji yang didalamnya terdapat hantu jadi jadian yang siap menakuti kalian,, aaaaargh (sambil mengaum) suasana mencekam dan menakutkan kala itu ”. Terlihat  wajah pasrah si jaantuk dan beberapa peserta ketika membaca satu persatu soal kejam yang terdapat dilembar jawaban yang seakan-akan tulisan di soal itu adalah tulisan terkejam yang pernah dibaca “ya ampuuun,,ini kejam bangeeet,,kenapa tidak ada kata kata cemungud eaa nyaaaaa dilembar soal ini  ” . 45 menit ujian statistik berjalan, terlihat tampang-tampang peserta yang mulai murung, cemas, gelisah layaknya haci yang sedang mencari ibunya di lawsen juga saven eleven “pantes si haci gk pernah ketemu emanya,salah tempat nyarinya” begitupun dengan sijantuk , saling lirik-lirikan antara peserta terjadi seakan menimbulkan chemistry satu dengan yang lainnya ”cieeeee”, pada menit itu jantuk hanya pura pura berpikir agar terlihat manis di depan pengawas dan juga berpura pura menulis begitu juga dengan beberapa peserta lain,bukan jawaban yang ditulis atau coret-coreetan. namun, “nomer 1-3 woy gua beloman nih/brikan aku hidayah ” . Satu jam ujian berjalan terlihat seorang wanita sebut saja namanya Mpo minah mengumpulan lembar ujiannya di depan, mpo minah adalah seorang mahasiswi yang cukup berperan disetiap ujian bagi teman-temannya dalam membuat panik dan ngiiri atas kecepatannya dalam mengisi soal “berkuranglah salah satu peserta  yang diharapkan dapat membeikan ketenangan di tengah-tengah kegelisahan”. Beberapa peserta pun mulai keluar satu persatu dengan wajah pasrah yang diwarnai senyuman manis dan mempesona ala peserta Take Me OUT ketika keluar dari podiumnya. Jantuk pun pasrah dengan wajah pesimis melihat lembar jawabannya yang masih kosong, mulus, suci bersih tak bernoda dan seakan-akan lembar jawaban itu seperti berkata “nodai aku jantuk,,nodai aku dengan cairan penamu,,aku ikhlas aku rela” dengan pengetahuan ala kadarnya dan merasa tidak tega dengan lembar jawabannya jantuk pun mengabulkan permohonan lembar jawaban tersebut, 2 dari 5 soal yang di sajikan pun di tuntastkan oleh jantuk “ooh lega rasanyaa”. Seperti biasanya, kegaduhan yang kompleks  didepan kelas setelah ujian adalah “eeh tadi lu nomer berapa aja yang diisii..ih tadi pengawasnya killer banget yaaa...iya gua nomer itu lupa tuh,,nomer itu caraya gimana sii,,kayanya gue salaah deeeh (tadi didalem kenapa engga pada diskusi,,siiiii) ”.  ujian pun selesai dan jantuk bersama teman-temannya pun meninggalkan ruang angker yang dihuni oleh satu makhluk absurd yang menyebalkan bagi peserta ujian.

Mahasiswa tingkat akhir

Tahun 2013 adalah tahun  keemasan bagi  ke 7 mashasiswa psikologi disalah satu universitas swasta di jakarta. “hahaha...” makhluk-makhluk ini adalah makhluk yang memiliki keragaman karakter dan sifat yang berbeda-beda “ya iyalah beda, kalo sama ketumbar dooong, eh, kembar maksudnya..hahah”...gua yakin mereka semua memilik kesukaan yang sama di salah satu lagunya ari lasso yang berjudul “Mengejar Matahari” karna lagu ini adalah lagu yang menceritakan angan-angan dari mereka semua “ya benar, Mengejar matahari..”. Walaupun mereka semua telat dalam kelulusan dibandingkan teman-temannya. Namun mereka memiliki tujuan yang sama untuk dirinya juga orang lain. Salah satunya, Simpel mereka ingin sebelum mereka lulus dan sukses dalam mimpinya, mereka ingin junior di bawahnya menumbuhkan rasa saling peduli, menghargai, memaklumi orang lain. Kebersamaan saat ini adalah tugas pokok yang diemban oleh mereka semua ,mulai dari mengingatkan satu sama lain, ngopi bareng, patungan  buat  beli rokok, beli gorengan dikantin seharga Rp5000. “harga gorengan nya emang murah, tapi yang membuat mahal adalah,  ketika makan sepiring tapi rombongan, hahah gimana engga,,goceng tapi nilai didalamnya lebih dari goceng,,,coba deh bayangin (jangan bayangin gorengan sama saus kacangnya hahahah,,nnti ngileer lho).” Ketika dikampus mereka banyak menghabiskan kebersamaan dikantin, secaraa kasat mata memang tidak ada yang bermanfaat. Namun dilihat dari nilai estetika banyak pelajaran dan nilai bermanfaat yang di ambil ketika mereka sedang bersama. Wanita seksi, ketek bersih, rambut panjang dan tidak petakilan, adalah sesuatu yang dapat mengalihkan dunianya mereka ketika sedang berkumpul dikantin hahah, kata-kata  dimunculkan ketika itu adalah “anjriit sinam tengab, edeg aguj ay (serasa  kopi jadi ager, gorengan jadi pane cake, rokok jadi pena lukisan “hahah apaa siii”)”. Dari banyaknya hal yang mereka miliki. Ada salah satu yang sangat dan amat di takuti mereka ketika mereka sedang berkumpul “hahaha” yaitu ketika mereka bertemu dosen pembimbing masing-masing dan ketika ada salah seorang yang menanyakan tentang bagaimana skripsinya “hahahahahha serasa seisi kampus menghantui mereka dengan ucapan, tulisan. skripsi,,,mana skripsi kaliaan,,,kapan kalian lulus,,gelas, piring, bungkus rokok, daftar menu makanan isinya skrippppsiiiiiii semua,,,skripsi rica-rica, sayur asem skripsi, pepes skripsi, semur skripsi, nasi handoko bumbu skripsi, skripsi bumbu bakar, skripsi rames, skripsi choco granule, soto skripsi, mie ayam jamur skripsi,,,,,aaaaaaaakkkkh, tidaaaaak,,antar kan aku ke  negri di atas awaaaan”. Namun, yang membuat badan mereka tegap sampai sekarang adalah selain tujuan hidup masing-masing juga keinginan untuk melempar toga bersama sama, mereka mengawali menempuh ilmu psikologi secara bersama, mereka juga ingin mengakhirinya secara bersama. Itulah yang memberikan kekuatan para mahasiswa tingkat akhir psikologi disalah satu universitas swasta di jakarta. Karna bagi mereka kebersamaan, rasa peduli, dan saling memaklumi /menghargai adalah sesuatu yang tidak bisa dinilai dari segi materil.karna, Kesuksesan seeorang itu sudah digariskan oleh sang kuasa selama kita masih berusaha dan berbuat baik.
Bersambung........
            NB : Saat ini mereka sedang berjuang mengejar matahari