Minggu, 17 November 2013

GADO-GADO UJIAN AKHIR SEMESTER

Ujian akhir semester dan ujian tengah semester nampaknya adalah momok yang menakutkan bagi mahasiswa maupun mahasiswi yang tidak belajar . Seperti hari-hari biasanya si jantuk  salah satu mahasiswa berbadan atletis ala rikishi smack down dengan gaya yang petakilan , dengan tampang “ya ampuuuun ,pas pasan dah pokonya”  mengawali awal harinya dengan  berkomunikasi bersama sahabatnya yaitu cermin yang bersandar dengan tembok. Seperti biasanya, sahabatnya sang cermin dengan penilaian yang jujur, masih memberikan penilaian yang membuat depresi tingkat dewa kepada si jantuk “ya elaaah,,miiiin min, masih aja lu, kasih gua penampakan yang keren ala bret pit keeee sekali-kali”, kala itu jantuk kesal, jantuk sedih, jantuk miris, dan  mencoba mengurangi rasa sedihnya itu dengan memakan permen ki*s yang ada tulisannya, dan jantuk menemukan tulisan “gagal ganteng ”, petir, kilat, meteor seraya menyambut kesedihan jantuk kala itu  layaknya besanan yang ketika hadir disambut oleh petasan renteng yang berbunyi  huft, huft, huft “ kaya bunyi alay lagi galau”, dan jantuk pun menghadap lagi ke cermin, marah dan berkata “WAHAI CERMIIIIN....!! mengapa kau selalu memunculkan sosok grandong, ketika saya berkaca,,,,mengapa wahai cermiiin,, mengapa  (baca : Grandong)”. Setelah terhanyut dengan kemirisannya hampir lupa bahwa hari ini adalah ujian akhir semester, jantuk pun lekas beranjak kekampus. kala itu, jadwal ujian adalah mata kuliah statistik, mata kuliah yang menitik beratkan pada soal hitung-hitungan yang juga salah satu mata kuliah yang paing disegani ketika ujian. Sadar dengan ketelatannya jantuk pun cemas. Karena, entah kenapa di setiap ujian yang mata kuliahnya paling disegani saf/barisan dibelakang dari meja pengawas selalu penuh diisi oleh mahasiswa maupun mahasiswi berparas ngarep “ngarep dapet sela lirik kanan kiri”. Hal tersebut membuat jantuk pasrah dengan atmosfer ujian yang mencekamkan dan membuatnya duduk di depan tepat berhadapan dengan seorang pengawas yang seakan akan mengaum, mencakar, menggigit, mengkepang, mengkutek, me mani pedi, para peserta ujian yang tidak menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dalam ujian. para peserta ujian ngarep pun cemas dengan pengawas yang tidak memiliki nilai-nilai toleransi dalam percontekkan “ah, apa-apaan ini dua kekuatan yang berbeda seraya bertarung hebat dan menyelimuti atmosfer kelas kala itu”. Lembar ujian pun dibagikan, 5 menit pertama para mahasiswa terlihat lancar mengisi lembar jawaban yang telah dibagikan karena, pertanyaan yang diisi adalah pertanyaan yang paling disenangi oleh para peserta ujian yaitu, pertanyaan mengenai identitas diri seperti, nama, nim, fakultas, hari/tanggal ujian dan ruang  “yaiyalah pada bisa dan anteng ngisi,orang Cuma identitas!!”  belum pada soal sesungguhnya ruang kelas pun sudah di gaduhkan oleh pertanyaan “eh ini ruang berapa sih, ini gedung apa dah (pengawas melirik-lirik seakan ingin menjawab, tapi malu-malu),wahai peserta ini adalah ruang zumanji yang didalamnya terdapat hantu jadi jadian yang siap menakuti kalian,, aaaaargh (sambil mengaum) suasana mencekam dan menakutkan kala itu ”. Terlihat  wajah pasrah si jaantuk dan beberapa peserta ketika membaca satu persatu soal kejam yang terdapat dilembar jawaban yang seakan-akan tulisan di soal itu adalah tulisan terkejam yang pernah dibaca “ya ampuuun,,ini kejam bangeeet,,kenapa tidak ada kata kata cemungud eaa nyaaaaa dilembar soal ini  ” . 45 menit ujian statistik berjalan, terlihat tampang-tampang peserta yang mulai murung, cemas, gelisah layaknya haci yang sedang mencari ibunya di lawsen juga saven eleven “pantes si haci gk pernah ketemu emanya,salah tempat nyarinya” begitupun dengan sijantuk , saling lirik-lirikan antara peserta terjadi seakan menimbulkan chemistry satu dengan yang lainnya ”cieeeee”, pada menit itu jantuk hanya pura pura berpikir agar terlihat manis di depan pengawas dan juga berpura pura menulis begitu juga dengan beberapa peserta lain,bukan jawaban yang ditulis atau coret-coreetan. namun, “nomer 1-3 woy gua beloman nih/brikan aku hidayah ” . Satu jam ujian berjalan terlihat seorang wanita sebut saja namanya Mpo minah mengumpulan lembar ujiannya di depan, mpo minah adalah seorang mahasiswi yang cukup berperan disetiap ujian bagi teman-temannya dalam membuat panik dan ngiiri atas kecepatannya dalam mengisi soal “berkuranglah salah satu peserta  yang diharapkan dapat membeikan ketenangan di tengah-tengah kegelisahan”. Beberapa peserta pun mulai keluar satu persatu dengan wajah pasrah yang diwarnai senyuman manis dan mempesona ala peserta Take Me OUT ketika keluar dari podiumnya. Jantuk pun pasrah dengan wajah pesimis melihat lembar jawabannya yang masih kosong, mulus, suci bersih tak bernoda dan seakan-akan lembar jawaban itu seperti berkata “nodai aku jantuk,,nodai aku dengan cairan penamu,,aku ikhlas aku rela” dengan pengetahuan ala kadarnya dan merasa tidak tega dengan lembar jawabannya jantuk pun mengabulkan permohonan lembar jawaban tersebut, 2 dari 5 soal yang di sajikan pun di tuntastkan oleh jantuk “ooh lega rasanyaa”. Seperti biasanya, kegaduhan yang kompleks  didepan kelas setelah ujian adalah “eeh tadi lu nomer berapa aja yang diisii..ih tadi pengawasnya killer banget yaaa...iya gua nomer itu lupa tuh,,nomer itu caraya gimana sii,,kayanya gue salaah deeeh (tadi didalem kenapa engga pada diskusi,,siiiii) ”.  ujian pun selesai dan jantuk bersama teman-temannya pun meninggalkan ruang angker yang dihuni oleh satu makhluk absurd yang menyebalkan bagi peserta ujian.

1 komentar: